Senin, 23 September 2013

7 Atlet Sukses Dengan Keterbatasan Fisik

Dengan segala keterbatasan fisik yang dimiliki, tidak membuat atlet-atlet ini cepat berputus asa atau malah menyerah pada keadaan. Mereka bisa bangkit dan meraih prestasi yang sangat membanggakan. Bahkan prestasi mereka ini dapat dikatakan melebihi manusia dengan fisik normal pada umumnya. Ini juga dapat memberi pelajaran kepada kita bahwa sebenarnya keterbatasan bukanlah penghalang yang berarti dalam kehidupan ini. Namun tekad dan semangat lah yang sangat penting untuk ada dalam diri kita. Dan berikut ini 7 Atlet Sukses Dengan Keterbatasan Fisik.
1. David Jacobs – Atlet Tenis Meja
Diawali dengan atlet berprestasi Indonesia, David Jacobs. David memiliki kekurangan fisik pada jari-jari tangan kanannya sejak lahir. David yang telah mengenal tenis meja sejak usia 10 tahun itu, memang mendapat dukungan dari orang tuanya. Dukungan itu memotivasi David untuk bukan hanya menyukai tenis meja melainkan mengukir prestasi dengan mengikuti berbagai kejuaraan walau harus mencari sponsor sendiri. Atlet berusia 35 tahun itu akhirnya dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga Internasional, Seperti di SEA Games 2001 dan 2005, Asian Para-Games 2010, Asian Para-Games 2011, hingga di Olimpiade khusus keterbatasan fisik (Paralympic) di awal September lalu di London, Inggris.
David berhasil meraih medali perunggu di cabang tenis meja (lihat hasil paralympic 2012 London, Disini). David Jacobs yang awalnya menempati peringkat 40 dunia kelas 10, rankingnya perlahan–lahan dapat naik ke urutan 20 dunia hingga akhirnya kini menjadi peringkat 3 dunia. Di PON yang sedang berlangsung saat ini, David Jacobs juga akan bertanding untuk kategori atlet normal.
2. Oscar Pistorius – Atlet Lari
Pada Olimpiade 2012 di London, Inggris Agustus lalu ada pemandangan yang tak biasa terlihat di lintasan lari stadion Olimpiade. Pelari bernama Oscar Pistorius yang tidak memiliki kedua kaki, beradu kecepatan dengan pelari-pelari normal dengan menggunakan kaki palsu yang terbuat dari serat karbon. Walau pelari asal Afrika Selatan itu tampil dengan fisik terbatas, namun ia berhasil mencatat waktu tercepat ke-13 dari 49 pelari.
Sementara itu di ajang Paralimpiade 2012 yang juga di adakan di London, Inggris, Oscar berhasil merebut medali emas untuk cabang 4×100 meter estafet. Selain itu, tim Afrika Selatan juga berhasil mencetak rekor baru. Atlet berusia 25 tahun itu kehilangan kedua kakinya saat ia berusia 11 bulan. Kedua kaki Oscar harus diamputasi, karena ia terlahir tanpa tulang fibula, yaitu penyangga lutut dan pergelangan kaki. Oscara Pistorius mengatakan kecepatan berlari yang saat ini ia miliki karena bakat dan latihan keras yang ia jalani selama ini.
3. Juan Jose Mendez – Atlet Balap Sepeda
Atlet lainnya yang sukses walau memiliki  keterbatasan fisik adalah Juan Jose Mendez. Atlet sepeda asal Spanyol ini berjuang di setiap pertandingan hanya dengan menggunakan lengan kanan dan kaki kanannya. Juan tidak memiliki tangan kiri dan kaki kiri. Karena keterbatasan fisiknya itu, Juan memang tidak bisa menggunakan sepeda seperti pada umumnya. Sepeda yang digunakan adalah sepeda khusus, dimana ia dapat menempatkan kaki kirinya dalam rangka sebagai sadel untuk menyeimbangkan tubuhnya. Hebatnya lagi, ternyata pria berusia 58 tahun itu bukan saja berjuang di arena balap sepeda, melainkan juga bergelut dalam cabang renang.
4. Lu Dong – Atlet Renang
Satu lagi atlet yang fisiknya terbatas adalah Lu Dong. Wanita berusia 20 tahun itu merupakan perenang asal China yang tidak memiliki kedua tangan. Saat ia akan melakukan start saat bertanding, Lu Dong akan menggigit erat sebuah handuk. Hal itu ia lakukan sebelum melompat mundur saat akan melakukan gaya punggung 100 meter di Paralimpiade 2012 silam di London, Inggris. Hanya dengan dukungan kakinya, ia berjuang berenang untuk meraih medali emas. Jerih payahnya itu akhirnya membuahkan hasil, bahkan Lu Dong dapat memecahkan rekor dunia di hadapan 16 ribu penonton.
5. IM Dong Hyun – Atlet Panahan
Atlet selanjutnya adalah IM Dong Hyun. Atlet Panahan Asal Korea Selatan yang tidak dapat melihat sebelah. Walaupun olahraga panahan sebenarnya membutuhkan penglihatan yang tajam dan tepat, namun ternyata keterbatasan penglihatan atlet berusia 26 tahun ini tidak menghalanginya memecahkan rekor dunia di Olimpiade London 2012.
Ia memecahkan rekornya sendiri pada pertandingan 72 anak panah dengan nilai 699. Tidak hanya itu saja, IM juga membantu timnya meraih rekor baru dengan catatan nilai 2087 bersama dengan rekannya dalam pertandingan 216 panah. Tahun 2010, IM Dong Hyun juga sempat tercatat sebagai atlet panahan peringkat satu dunia. Namun pada tahun 2011, posisinya di ambil oleh Brady Ellison dari Amerika Serikat.
6. Marla Runyan – Atlet Lari
Atlet lainnya yang juga memiliki kekurangan fisik pada penglihatannya adalah Marla Runyan. Marla Runyan mulai kehilangan penglihatannya saat berusia 9 tahun Karena mengidap penyakit “stargardt” yaitu gangguan pada retina mata. Namun walau ia tidak melihat sama sekali, atlet yang kini berusia 43 tahun itu pernah berhasil memenangkan 3 kali kejuaraan nasional atletik kelas wanita pada jarak 50 meter. Selain itu, ia juga berhasil 4 kali meraih medali emas di Paralympic musim panas tahun 1992 dan 1996. Karena prestasi demi prestasinya itu, tahun 2000, Marla Runyan dinobatkan sebagai atlet Paralympic pertama di dunia yang berprestasi di ajang olimpiade Sydney.
7. Tanni Grey Thompson – Atlet Kursi Roda
Dan atlet sukses walau fisiknya terbatas yang terakhir adalah Tanni Grey Thompson. Tanni terlahir dengan kelainan tulang belakang yang menyebabkannya terpaksa bergantung dengan kursi roda. Namun, semua itu tidak mencegahnya untuk menjadi salah satu atlet Paralimpiade terbaik Inggris. Meski terlahir dengan fisik yang tidak sempurna, orang tua Tanni selalu memberinya semangat dan dukungan sehingga ia terdorong untuk mandiri.
Tahun 1988, atlet kursi roda yang kini berusia 43 tahun itu berhasil meraih medali perunggu di cabang olahraga balap kursi roda untuk nomor 400 meter di Seoul, Korea Selatan. Sepanjang karirnya sebagai atlet Paralimpiade, Tanni yang juga bertanding basket dengan menggunakan kursi roda itu telah berhasil meraih total 16 medali dan 13 medali “World Championships”. Dia juga memegang 30 Rekor dunia dan memenangi “London Marathon” sebanyak 6 kali antara tahun 1992 hingga 2002. Pada tanggal 18 Februari 2007, Tanni mengumumkan pensiun dari karirnya di dunia olahraga atletik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar