Minggu, 17 November 2013

Ini dia Modif Satria F150U Paling maknyos coy……

halo masbro  Assalamualaikum, aduh sory menyori baru update lagi postingan blognya neh, mklum orang sibuk hehehe. gara2 terlalu sibuk otak gk lagi mudeng mikir neh. maknya ane minta mf yah klo tulisannya kale ini kurang begitu enak dibaca, ambil positifnya aja. terima kasih.
oke kembali ke topik, gk nyangka sekaligus saya terdecak kagum, melihat kreativitas para modifikator saat ini. gimana gk kagum, mereka bisa merubah wujud tampilan sepeda motor standar menjadi sepeda motor yang super eye-catching bro hehehe :cool: langsung aja neh cekidot :arrow:
wow, mangstapzzzz coy, keren mirip transormasi robot transformer :D ane juga sempet heran ko bisa modif kya gini, gimana caranya. seandainya aja sang modificatornya bisa ane wawancarain lumayan tuh bisa tanya2 gimana caranya bisa kaya gini. tpi sayang, karena gambarnya juga cuman nemu di facebook jadi yah gk bisa di telusuri lebih dalam asal mula neh motor. neh gambarnya 1 lagi bo :arrow:


Silsilahkan dinikmati sodara2 hehehe.

Shogun FL Head Satria F-150

Wow seram, juga melihat Suzuki Shogun FL125 milik Lie Siau Long ini. Head dan blok sudah mengusung milik Satria F-150. Meski extreme, namun rancangan bro yang beken disapa Andi ini bermain knock down.
Untuk memasang blok dan head Satria FU di Shogun, cukup menggunakan adaptor setebal 50 mm (5 cm). Sehingga tidak mengubah atau merusak lubang crankcase standar. Untuk mengikat adaptor di crankcase Shogun FL, cukup memanfaatkan bekas lubang baut standar.
Kemudian untuk mengikat blok dan head FU di adaptor, dibuatkan lubang baut di adaptornya. “Sehingga bisa dibuat standar lagi. Kalau sudah bosan tinggal dilepas,” jelas Andi yang punya bengkel Ansori Bubut di Jl. Mareran, Pasar Tua, Medan itu.
Untuk turun di kelas FFA, di Medan dibebaskan  sampai 350 cc buat motor jenis apa saja. Untuk itu, Andi menggunakan seher standar milik Scorpio yang punya diameter 70 mm.
Enaknya, pasang seher Scorpio di crankcase Shogun FL cukup gampang. “Karena lubang standar bisa masuk seher Scorpio 70 mm,” argument Andi. Sehingga tidak perlu banyak modifikasi.
Untuk dongkrak volume silinder juga dibarengi dengan naik stroke. Ditempuh dengan cara menggeser posisi big end. Kini panjang langkah seher jadi 81,2 mm. Jadinya kapasitas silinder bengkak 312,3 cc.
Untuk setang sehernya menggunakan yang lebih panjang. Ukurannya 126 mm, supaya seher tidak mentok bandul kruk as ketika di posisi TMB (Titik Mati Bawah).
Buat suplai gas bakar besar, klep isap pakai 25 mm dan buang 22 mm. Selain porting ulang, juga diberangi  pemasangan karburator Keihin FCR 33 copotan Honda CRF150. Pilot-jet menggunakan 60 dan main-jet 200.
Pengapian mengaplikasi magnet KTM supaya putaran mesin jadi ringan. Dibikin total loss dengan CDI BRT I-Max khusus untuk Shogun 125
Extrem lagi, transmisi dibikin 5 speed. Cangkok dari Suzuki Satria 120 yang 2-tak dan sudah kopling. Pemasangannya cukup banyak yang diubah. Rasionya hanya gigi satu diganti, dibikin 13/30 lainnya standar Satria 2-tak itu.
Rumah kopling juga dari Satria 2-tak dengan 5 per. Sedangkan gigi primer dan sekunder tetap asli Shogun FL.
Bikin kaget sprocket depan-belakang 16/33, berat banget. Motor yang dijoki Rahmat Keta ini aplikasi knalpot TRD dari Roda Jaya Motor.
Modif lengkapnya, tunggu ya di MOTOR Plus edisi cetak.
 
 

C70 Mesin F-150


     He.. he.. he.. ini namanya modifikasi tanpa basa-basi. Honda C70 ini terus terang pasang satu set mesin dari Suzuki Satria F-150. Bahkan termasuk oil cooler dan knalpotnya. Supaya mesin bisa terpasang sempurna, underbone rela dipotong dan diganti 2 pipa yang ditekuk.

     Foto hasil postingan Davy Dhitz Redfield di FB komunitas bore up ini dikomentari lucu-lucu. Bagaimana STNK-nya? Ini sih satu gelondong mesin Satria FU. Ada yang bilang juga tidak kreatif bro….
      Tapi, bagaimana pun modifikasinya tetap kreatif. Ada kok yang bilang super kreatif……good…good…
      Gimana komen mas bro?

Mesin Unik ala Ducati, Hanya 2 Silinder, Tidak Lebih…… !!!



Bagi insan roda dua, tentunya tak ada yang perlu ditanyakan tentang desain mesin motor. Semua pasti pada tau akan basis yang dipakai masing-masing motor tersebut. Seperti halnya Yamaha R1, motor ini menggunakan basis desain mesin inline-4, yaitu 4 silinder segaris/ sejajar dengan kapasitas 1000cc.
Beda Yamaha, berbeda pula Ducati. Masih banyak yang belum tahu akan basis mesin yang dipakai oleh motor yang bermarkas di Bologna, Italia ini. Banyak yang beranggapan bahwa meskipun memakai desain L-twin engine, Ducati tetap dibekali 4 silinder, nyatanya ‘TIDAK’.

Ducati yang didesain khas L-Twin Engine, hanya dibekali 2 silinder dari masing-masing cabang yang berbentuk L dimana dulu berkapasitas silinder 1000cc sama dengan motor yang menggunakan 4 silinder. Namun seiring waktu, motor 2 silinder macam Ducati meningkatkan kapasitas mesinnya menjadi 1200cc. Dengan mesin berkapasitas besar segitu namun hanya 2 silinder, dipastikan masing-masing silinder akan memiliki ukuran jumbo.

Peningkatan kapasitas 1200cc, 2 silinder ini mungkin saja untuk mengimbangi perbedaan karakter kekuatan dengan mesin 1000cc 4 silinder. Bagaimana tidak harus ditambah, seorang Carlos Checa saat berlaga di sirkuit Monza yang berkarakter speedway mengakui akan kelemahan mesin Ducati di sirkuit berkarakter cepat seperti Monza. Dengan di support mesin ducati 2 silinder, 1200cc pun Checa pesimis untuk dapat unggul dari pembalap Yamaha, Honda dan lainnya yang bermesin 4 silinder.

Bukan berarti mesin 2 silinder macam Ducati kurang tenaga, dan overprice lho. Perbedaan yang ditawarkan Ducati, membuat motor asal italia ini menjadi unik. Apalagi didukung dengan teknologi desmodromic nya. Yang memungkinkan menggunakan klep silinder tanpa bantuan per klep seperti kebanyakan motor jepang, dengan teknologi ini ducati meng-klaim bahwa kekurangan model klep dimana dapat aus dan menyebabkan kerusakan mesin disaat ujung piston bertabrakan dengan klep dapat lebih diminimalisir. Semoga berguna. (fnc)

Modifikasi Yamaha Nouvo Z, 2006 (Jakarta)

Yamaha Nouvo Z, Jawara Extreme!
 

Hampir seluruh pengunjung yang hadir meyaksikan pentas MOTOR Plus Skubek Contezt di acara Tumplek Blek Otobursa 2011, Sabtu-Ming­gu lalu dibuat penasaran. Apa lagi kalau bukan sama besutan salah satu conteztan yang dipajang.

Itu karena Yamaha Nouvo Z 2006 milik Antanius Chandra yang turun di kelas extreme ini indentitasnya sudah hilang total. Malah sudah berubah bentuk jadi klasik berjenis Roundtank yang diproduksi sekitar era 1937-an.

Maklum sudah jadi tradisi bengkel Ton's Chrome bila turun di event gawean MOTOR Plus dan Majalah BIKERS selalu menampilakan ubahan berbeda juga deng­an ide segar. "Tahun ini coba tampilkan tema klasik," jelas builder gondrong yang buka bengkel di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Untuk mengerjakan praktis hanya bagian mesin Nouvo Z yang dipakai. Sisanya custom sendiri mengandalkan rangka dari pipa seamles diameter 32 mm dan tebal 3 mm. "Model rangka dibuat simpel mengikuti besutan lawas seperti DKW Union atau BSA Bantam 125 cc," lanjutnya.

Diakui oleh Anton memang sengaja menghilangkan identitas mesin yang dipakai. Sesuai temanya, makanya seluruh bagian CVT dan mesin dibungkus pelat besi. "Modelnya dibuat membulat supaya tidak kaku," urai builder berambut lurus.


Paling unik ide untuk menyiasati bagian mesin biar silinder terlihat jadi tegak. Mengandalkan barang copotan dari blok dan silinder head milik Vespa yang disusun di atas crankcase tengah Nouvo. "Mesin dan silinder head tambahan enggak aktif kok, cuma pemanis saja," lanjut juragan krom ini.

Sedang areal roda, keduanya dipilih pelek dengan diameter 21 inci. Aplikasi dari pelek depan Suzuki TS, tapi biar terlihat makin sip, batang jari-jari dibuat lebih kekar, mengandalkan besi bulat dengan diameter 6 mm. "Ini yang bikin motor kelihatan jangkung dan kurus layaknya motor klasik," urai Anton yang mengandalkan teromol depan milik Suzuki TS.

Aplikasi roda ring 21 inci membutuhkan ubahan radikal pada CVT. Crankcase CVT terpaksa harus dibikin lebih panjang lagi. Tentunya agar belakang roda enggak mentok. "CVT ditambah daging sekitar 10 cm," jelas builder asal Palembang, Sumatera Selatan ini. (motorplus-online.com) 

 DATA MODIFIKASI
Setang : Ton's Chrome
Teromol belakang : Yamaha Mio
Tangki : Ton's Chrome
Knalpot : Ton's Chrome
Ton's Chrome :  (021) 7392471
 
 

Selasa, 12 November 2013

Vario CBS


Tidak banyak berubah dengan warna aslinya, pengecatan bertema warna Toyota. Warna merah milik Yaris. Warna putih bodi juga milik Yaris. Warna putih velg itu milik Alphard. Terakhir warna silverstone itu milik Kijang Innova.
Kelistrikan motor ini sudah diubah menjadi sistem fullwave. Sehingga mampu menampung beban listrik yang berat. Dengan sistem fullwave, modifikasi yang berkaitan dengan kelistrikan bukan masalah lagi. Kiprok yang digunakan milik Honda Tiger. Untuk lampu utama saya pakai lampu HID. Belum lagi variasi-variasi lampu yang lain. Tapi ingat kawan, lampu lain yang saya pakai bukan dari bohlam tapi pakai LED sehingga mampu meminimalisasi beban pada aki.
Untuk modifikasi yang mempengaruhi performa, saya hanya mengganti roller. Dari roller standar Vario 13gr diubah menjadi roller Dr. Pulley 11gr. Esensi dari pengubahan ini adalah bahan bakar menjadi lebih irit sampai 20%. Selain itu tarikan bawah menjadi semakin responsif. Ingat kawan, saya tidak bermain untuk top speed. Kalau mau main top speed jangan beli matic yaa…!!

Gambar : Roller Dr. Pulley
Untuk pengerjaan sendiri, memakan waktu total kurang lebih sebulan. Itu pun kalau duit-nya lancar. Pengerjaan variasi lampu dan kelistrikan semua dikerjakan mekanik saya, Bang Roni. Terakhir, ingat kawan kalau modifikasi bodi jangan mengabaikan atau sampai mengganggu dalam performa mesin. Percuma kalau bodi bagus, performa menurun..

Vario CBS (Update)


Tidak banyak berubah. Dari sisi pengecatan, yang berubah hanya warna cover knalpot, cover radiator, dan variasi di atas CVT. Dari sisi fisik motor, beberapa ada perubahan. Handle rem milik Ride It, cover master cakram milik Yoshimura, kaca spion yang lebih kecil dan elegan, serta variasi custom jalu di ujung stang yang semakin menarik. Saya juga menambahkan variasi lampu hazard, saklarnya dibelakang handle rem belakang. Di malam hari. Hampir semua variasi lampu sama. Hanya berubah di lampu samping kanan-kiri sekitar lampu belakang. Dulunya putih, sekarang jadi biru plus ungu. Ini menimbulkan kesan mewah.
Modifikasi lainnya, saya lakukan di dalam jok. Saya memasang charger USB dan Voltmeter. Dimana keduanya tidak bisa dipakai bersama, karena dipasang dalam satu saklar. Kok Voltmeter? Yaa, motor ini sudah diubah menjadi sistem fullwave. Jadi kontrol aki dari voltmeter ini. Apabila ada indikasi abnormal pada kelistrikan terutama pada aki segera bisa diketahui dan diperbaiki. Untuk meminimalisasi pakai bensin campur (campur dorong broo:).
Kenyamanan saat berkendara merupakan hal penting. Saya kasih penutup jok Cooltech. Banyak kegunaan dari penutup ini. Kemudian ban roda saya ganti menjadi tubeless. Ukuran ban tetap, karena itu standar dari Vario. Depan 80/90, belakang 90/90.
Saya kira cukup dulu informasi dari saya. Karena dunia modifikasi tidak ada matinya, kalau ada modifikasi terbaru akan saya tampilkan updatenya lagi. Semoga bermanfaat.

Salam Modifikasi.