
Searah jarum jam (atas tengah): CBR, V-ixion, cop busi nyala, HOL, YZ-125, Kitaco, TIger, Blade, Mio |
Salah
satu komponen dalam sistem pengapian adalah cop busi (CB). Berfungsi
sebagai penghantar arus dari kabel busi ke busi. Kini di pasaran banyak
ditemukan CB aftermarket. Namun banyak juga CB bawaan motor yang jadi
favorit.
Untuk memberi panduan, mana sih yang bisa dipilih untuk motor
kesayangan, kami mengomparasinya. Parameternya ada 3, yaitu tahanan,
kualitas sil dan tentu saja harga.
Tahanan berhubungan dengan daya hantar CB tersebut, makin kecil tentu
arus yang bisa dihantar ke busi makin maksimal. Efeknya api di busi
makin besar. “Memang bisa makin besar, namun hanya berpengaruh pada
putaran bawah sampai menengah,” terang Tomy Huang, pencetus CDI BRT.
Masih menurutnya, tahanan tetap diperlukan. “Untuk menahan radiasi,”
ujarnya. Radiasi pengapian sering mengganggu lingkungan, seperti gambar
televisi jadi bergoyang. Selain itu, “Lama-lama bisa berakibat merusak
komponen motor, seperti spidometer digital,” lanjut Tomy Huang.
Bicara kualitas sil, berhubungan dengan daya lindung CB terhadap
busi. Terutama dari air dan daya tahan terhadap panas. CB yang bagus
punya sil yang kuat dan elastis, sehingga bisa mencegah air menyusup ke
busi yang berakibat pengapian bocor. Juga tahan lama walaupun kena panas
mesin.
Untuk harga, tentu saja berhubungan dengan kantong, ya enggak? Hehe…
Peserta komparasi dari aftermarket ada merek Kitaco, Hol dan Cop Busi
Nyala. Sedang part orisinal ada dari Honda CBR, Blade, Tiger. Lalu dari
Yamaha Mio dan V-Ixion.
Untuk mengetahui hambatan, CB diukur pakai multitester digital merek
Sanwa tipe CD800a. Untuk kualitas sil, diamati secara visual dan coba
dipasang pada sebuah busi.
Kitaco
Paling mencolok, karena warna oranye! Saat diukur tahanan yang terbaca 0
Ohm, sama sekali tak ada hambatan. Selain itu kualitas sil harus
diperhatikan lagi, karena kendati elastis, saat dipasang pada busi
terlihat sangat longgar. Selain air gampang masuk, CB juga bisa lepas
dari busi kala kena getaran mesin. Kelebihannya, pemasangan dengan kabel
busi diberi klem yang dibaut, sehingga kuat. Harganya berkisar Rp 30
ribu.
Hol
Bentuknya mirip part orisinal, namun finishing harus dibenahi lagi.
Tahanan kala dites juga menunjukkan angka 0 Ohm. Sil tergolong bagus,
mendekap cukup kencang dan penuh pada badan busi. CB ini dihargai Rp 25
ribu.
Cop Busi Nyala
Di kemasannya hanya dicantumkan nama tersebut. Sesuai namanya, CB ini
menyala kala terpasang, sempat booming beberapa waktu lalu. Nilai
hambatan CB ini cukup mengagetkan, mencapai 21.960 Ohm. Terbesar pada
komparasi ini. Kualitas sil kurang mendukung, sangat kaku dan tak rapi.
Sangat tidak direkomendasi kala hujan. Harganya hanya Rp 4.650.
Yamaha Mio
Salah satu CB terfavorit di kalangan tim balap. “Mendekap sangat kencang
dan ada tahanan airnya,” urai Ari Black, salah satu mekanik balap tim
Aries Putra. Memang kualitas CB Mio silnya sangat bagus, kenyal dan
bagian depan ada bagian mirip payung, sehingga air tak mungkin masuk.
Tahanannya kala diukur hanya 4.930 Ohm. Harganya sekitar Rp 45 ribu.
Yamaha V-Ixion
Cukup sering digunakan pengguna motor sport. Hambatannya terbaca 5.100
Ohm. Kualitas sil tergolong bagus dan menutup ¾ badan busi. Dengan model
panjang, bisa dijadikan kala pakai koil yang kabel businya pendek.
Harganya berkisar Rp 40 ribu.
Honda Tiger
Kualitas sil cukup bagus. Artinya kenyal dan tak mudah sobek. Sayang
lubang cukup besar, sehingga masih menyisakan sedikit celah yang
memungkinkan air masuk. Harga CB yang punya tahanan 5.000 Ohm ini hanya
Rp 15 ribu.
Honda Blade
Secara harga, penampilan dan kualitas mirip dengan milik Tiger, bedanya
terletak pada nilai tahanan. Milik Blade hanya 4.950 Ohm.
Honda CBR 150R
Bentuk dan kualitas mirip milik Yamaha V-Ixion. Namun mendekap busi
sampai penuh. Tahanannya mencapai 5.200 Ohm. Sayang, harga tak bisa
dipatok, lantaran cukup sulit didapat.
Yamaha YZ-125
Menjadi wakil dari motor Special Engine (SE). Memang sangat sulit
didapat sehingga harga pun tergolong ‘gelap’, namun untuk kategori
barang orisinal, tahanannya paling rendah, hanya 4.750 Ohm. Sayang,
meskipun sil kenyal, namun lubang sangat besar sehingga saat dipasang
mudah copot.
| Data harga cop busi |
|
|
|
| Merek |
Tahanan |
Kualitas sil |
Harga |
| Kitaco |
0 OHM |
kurang |
45 ribu |
| Hol |
0 OHM |
bagus |
25 ribu |
| Cop busi Nyala |
21.960 OHM |
kurang |
4.650 |
| Yamaha Mio |
4.930 OHM |
sangat bagus |
45 ribu |
| Yamaha V-ixion |
5.100 OHM |
bagus |
40 ribu |
| Honda TIger |
5.000 OHM |
cukup |
15 ribu |
| Honda Blade |
4.950 OHM |
cukup |
15 ribu |
| Honda CBR 150R |
5.200 OHM |
bagus |
- |
| Yamaha YZ – 125 |
4.750 OHM |
kurang |
- |